Kamis, 17 Mei 2018
Sabtu, 14 Oktober 2017
Dari pada kosong melompong, mendingan...
Ini blog sebenernya pengin kubuat blog mingguan buat kegiatan mingguan ane, tapi entah kenapa males nulis tiap minggu. Dari pada kosong, mending ane isi hal yang tidak berfaedah hari ini.
![]() |
sore itu |
1. Ane lagi kesenegan ngegame moba minggu ini.
Fakta bahwa ane suka banget ngegame udah ada dari jaman main ps 1 di rental sembunyi-sembunyi biar nggak ketahuan emak. Tapi game moba, baru sekarang ane mulai suka. Gara gara ada temen party, si "benyek" (nama disamarkan demi keamanan anda) yang ngajakin main Dota 2 mulu, makanya hampir tiap hari main Dota 2 walau hasilnya sudah dapat diprediksi sebelumnya, jumlah kill lebih sedikit (jauh bedanya) dari jumlah mati hero ane. Selain Dota 2, ane juga lagi seneng main LoL. Tapi karena servernya indonesia yang disediain sama garena, pemainnya lebih dikit dan matchmakinnya susah.
2. Tugas ane sebenernya banyak banget minggu ini
Mulai dari ngerangkum materi dari buku, nerjain soal, nemuin dosen buat karya tulis tugas akhir (nasib mahasiswa vokasi mbapuk), dan serangkaian tugas lain yang terkapar indah tanpa tersentuh di meja. Ralat, di dalam tas.
4. 2 minggu lagi ujian
Yap, ane dua minggu lagi ujian dan belum nyiapin apapun buat ujian. Paling baru nyiapin hati dan tekad baja agar nggak pingsan saat di ruang ujian. Sama bolpen sekotak.
5. Ada tugas yang namanya NHT
Ini salah satu tugas yang bikin bulu kuduk dan detak jantung bergerak selaras dengan kecepatan supersonic. NHT itu metode dimana lu dimasukin dalam kelompok dan dikasih nomer per individu di dalam kelompok itu, kelompok dan nilai diacak sehingga memberikan kesan kejutan makin gila, dan saat harinya tiba, maka diundi nomer siapa dari kelompok mana yang muncul dan disuruh menjawab pertanyaan seputar materi yang sebelumnya diberikan dan harusnya didiskusikan dalam kelompok. untuk jelasnya nanti tak bikin entri baru tentang ini dan bagaimana cara melaksanakannya.
Mungkin itu kegiatan ane yang bikin minggu ini berantakan tak berbentuk kaya semangka ditabrak babi hutan.
Wassalamualaikum
Kamis, 20 April 2017
Awal minggu dan awal hari (bagian 2)
Kuterjang jalan aspal yang mulai banyak lubang di kiri kanannya ini. Kadang kusalip beberapa kendaraan lain yang berjalan tenang di awal minggu ini. Sampai di sekolah tepat 5 menit sebelum jam 7. Bapak ibu guru telah menunggu di depan gerbang sekolah. Temanku mencium tangan mereka satu persatu, dan aku hanya melewati mereka sambil menuntun sepeda motor dan berucap "selamat pagi".
Dari parkiran kutempuh jalan kecil menuju UKS. Aku anggota PMR dan hari ini jadwalku menjadi dewa penyelamat. Lebih tepatnya penolong mereka yang tiba-tiba tak kuat meneruskan upacara di awal hari ini dan membantunya menuju UKS. Ini pula alasan kenapa tak perlu hawatir kena ciduk guru Bimbingan Konseling (BP) yang galak-galak itu, meski aku tak memakai kaus kaki.
Di depan UKS ramai hampir tiap senin pagi, begitupun hari ini. Banyak yang berkerumun meskipun mereka bukan anggota PMR. Alasan klasik; pinjam meminjam topi dan dasi. Kami anggota PMR mengenakan topi dan rompi merah yang membuat topi dan dasi osis abu-abu tidak perlu digunakan. Kebetulan topiku tertinggal di rumah karena terlalu semangat mencari kaus kaki tadi pagi. Dasi? Tertinggal di jok motor.
Suara peluit panjang berbunyi dari lapangan upacara. Segera kami berlari sembari membawa tandu berangka besi yang akan sangat banyak membantu tugas kami.
Bersambung...
Senin, 17 April 2017
Awal minggu dan awal hari (bagian 1)
Aku mencari sebelah kaus kakiku. Ibuku sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk adikku yang baru bangun. Ayahku sedang menyantap sarapan paginya. Adikku Bayu, setengah terbangun melangkahkan kaki kearah meja makan. Sekejap dia duduk dan sepiring nasi goreng buatan ibuku didorong kehadapannya. Adikku yang lain, Bela, sedang bernyanyi di kamar mandi. Lagu pop dengan cengkok melayu. Aliran orisinalnya sendiri.
Kaus kakiku tak kunjung juga kutemukan dan jam sudah melaju tak mau menunggu. Kupakai paksa sepatuku tanpa berkaus kaki hari ini. Lebih baik tak berkaus kaki daripada terlambat datang di lapangan upacara. Kurebut tangan ibuku yang sedang menaruh sendok bumbu ke tempatnya semula, kucium tangannya yang masih berbau bawang merah dan bergegas kearah ayahku, kucium tangannya, kucubit pipi adikku dan dibalas jeritan kecil darinya. Motorku telah kunyalajan dari tadi, agar mesinnya panas. Ku tarik gas motorku perlahan.
Senin, hari paling tak disukai murid manapun kecuali anak tersebut memiliki sindrom aneh yang membuat hal sebaliknya. Hari dimana gravitasi bumi kalah dari gravitasi kasur. Hari dimana topi dan dasi secara gaib menghilang, dan kauskaki tak mau ditemukan manusia. Hari dimana sensor pencari "hal yang tak tepat" milik guru semakin sensitif dan hari dimana banyak anak yang pura pura lemas dan ke uks demi segelas teh manis hangat gratis.
Setengah perjalanan, kulihat temanku duduk sendiri di halte berkeramik bkru, menanti angkutan kota. Kuhentikan motorku tepat didepannya.
"Yuk" ucapku
"Untung lo lewat, kalo nggak..."
"Ceritanya ntar ajah, udah telat nih" ucapku tak sabar.
"Iye iye"
Motor bebek ijoku melanjutkan perjalanannya, dengan beban tambahan
Bersambung...
Kamis, 22 Desember 2016
Pulaang kaampung serta perbandingan kedua kereta ditinjau dari rumah saya
Berangkat pukul +- 23.00 WIB dari Stasiun Pasar Senen
Stasiun akhir di Semarang yang artinya melewati Stasiun Pemalang
Sampai Pemalang jam +- 4.00 WIB yang sangat pagi
Dari rumah saya ke stasiun Pemalang 20-30 menit
Berangkat pukul +- 7.45 WIB dari Pasar Senen yang berarti sangat pagi
Stasiun akhir Stasiun Tegal yang berarti tidak melewati Stasiun Pemalang
Sampai Tegal +- 14.00 WIB (di tiket 13.35)
Waktu tempuh dari stasiun ke rumah +- 40 menit
Sabtu, 15 Oktober 2016
Sabtu, 03 September 2016
Menanti kepastian
So, pas saya nulis ini lagi hari sabtu malam minggu. Hari terakhir buat berada di kampung halaman dan berangkat lagi kuliah. Dan saya boring, maka saya tulis ini postingan.
Ceritanya mau cerita masalah keadaan pikiran hari ini yang totally berantakan, karena dari kemaren dapet desas desus kalo ip mau keluar hari ini, yang nyatanya ditungguin sampe malam hari nggak kunjung datang. Dan for your information, tempat kuliah dimana saya menimba ilmu adalah salah satu tempat yang mana menerapkan sistem Drop Out kalau beberapa aspek tak terlampaui. Jadi, pengumuman ip ini merupakan hal yang membuat setiap mahasiswa kepo tiap bulan.
Kembali ke semester kemaren, dimana pertama kalinya saya merasakan sendiri hebatnya pengaruh DO kepada masing-masing mahasiswa. Jadi pada setiap malam malam biasa, bisa ditemukan dengan mudah mahasiswa yang berada diluar kos mereka, entah sekedar cari makan maupun nongkrong di kantin atau warkop. Namun semua itu akan berubah bak diterjang badai (peribahasa apa ini? Nggak nyambung) saat waktu ujian datang. Udara luar akan semakin dingin karena tak adanya orang yang mau keluar dengan sia-sia, dinginnya kursi warkop yang sedari pagi tak diduduki, serta terasa luasnya wilayah kampus karena tak adanya penghuni yang mau menyiakan waktunya. Dan itu menular. Buktinya seorang saya yang malam biasanya lebih suka buka 1cak daripada buka modul, dan nontonin tara arts game daripada nontonin slide dosen, merasakan anomali dan berubah menjadi penggiat materi.
Ada beberapa jenis mata kuliah dilihat dari cara belajarnya, yaitu materi yang bisa dikebut, dicicil, dan dikerjakan perlahan. Mari kita bahas satu persatu.
1. Materi yang bisa dikebut, yaitu materi yang membutuhkan pemahaman yang tidak terlalu banyak atau lebih banyak mengandalkan hafalan. Materi ini cocok atau seringnya dipelajari pada saat sehari atau malam sebelum ujian.
2. Materi yang dicicil, yaitu materi yang membutuhkan pemahaman yang lebih atau sama seperti poin 1, namun memiliki materi atau bahan bacaan yang lebih banyak. Materi ini sebaiknya dipelajaro dari saat awal semester, dan mendapat perhatian lebih.
3. Materi yang harus dikerjakan perlahan, yaitu materi yang biasanya berhubungan dengan angka, ataupun sesuatu yang praktis (dipraktekkan). Materi ini harus dikerjakan berulang kali agar materi ini bisa dikerjakan secara maksimal pada saat ujian.
Nah, pada satu hari saat ujian akhir semester saya yang pertama disini, ada kesalahan fatal yang saya lakukan. Saya salah menempatkan kategori ngawur diatas pada tiap mata kuliah. Alhasil, materi sebanyak bagong itu harus saya baca sampe jam 3 pagi. Ujian mulai jam 8 pagi, dan beberapa kali mata tak kuat menahan kantuk yang berakibat hilangnya kesadaran alias tidur. Beberapa bab terlewat dan saat keluar di soal tak ada satupun clue melintas dikepala. Walhasil, keahlian yang paling mendasar dari seorang mahasiswa yang tak mampu menjawab soal pun harus dikeluarkan. Mengarang indah. Skill ini banyak di latih di beberapa sekolah, namun tak diajarkan disekolah saya. Maka skill ini terlatih secara sendirinya dan alami mengikuti pengalaman di saat ujian.
Satu pengalaman lagi saat ujian, yaitu saat ujian dimana berhubungan dengan hitungan dan saya tak belajar pada malam harinya. Dan hasilnya, nilai D pun didapat.
Dan sampe sekarang, nilai belum juga muncul, padahal sudah 20 jam setelah pergantian hari, dan saya sudah lelah menanti. Sudahlah
Senin, 18 Mei 2015
Cerita ke Bali (part 1)
Jadi di blog itu, ini udah masuk 3 part dan gue baru pindah ceritanya kesini setelah menyandra hp temen di aula sma orang dalam acara yang nggak tau apa maksudnya (katanya sih perayaan kelulusan, tapi cuman duduk doank)
Jadi singkat kata:
Selamat malam halayak ramai.
Esih penak jamanku toh? (lho?).
Ok. Cerita kali ini nggak ada hubungannya sama presiden yang suka senyum itu. Tapi, ini masalah perjalanan wisata gue dan kawan-kawan--ko jadi kaya upin ipin ya--28 April yang lalu. tepatnya setelah 27 April dan sebelum 29 April. Sekolah gue (emang itu punya elu tong?) eh maksudnya tempat gue sekolah (nah), yaitu SMA 3 Pemalang ngadain study wisata atau yang sering disebut study tour, atau study orientasi atau study study yang lain lah. Intinya adalah, ada trip ke suatu tujuan bareng temen loe se-sekolah naik kendaraan besar yang muat rame rame (bukan truk tronton atau odong odong) dengan didampingi oleh supir, guide, dan guru pendamping dengan modal dan uang saku dari penumpang sendiri (cukup jelas?). Tujuan utamanya, buat cari inspirasi untuk bahan karya tulis (benar, tugas terselubung) dan tujuan sampingannya antara lain :
- pacaran sama pacar loe (bukan pacar tetangga atau pacar sahabat loe)
- nembak cewek yang loe suka (ini buat yang sudah punya incaran)
- cari calon pacar (para mereka yang jomblo tapi masih punya harapan buat ndapetin pacar)
- kangen kangenan sama pacar (yang beda taun, atau yang beda sekolah pacarnya, biar berasa pacaran jarak jauh)
- liat pemandangan lain (biar loe gak kuper tiap hari liat kertas, buku, status orang doang)
dan terahir tapi bukan ahir, (yang lebih mirip "hal yang dijadikan pelarian"
- ngambang di kali di tempat objek wisata gara gara gak laku laku.
Rencananya, perhelatan akbar ini bakal diadain 5 hari. Jadi, loe nggak dirumah kurang lebih selama 5 hari.
Tujuan trip kali ini adalah--yang tidak lain dan tidak bukan--pulau kecil disebelah kanan pulau jawa : Bali.